Bulan lalu Akun pengguna Bukalapak diberitakan telah dicuri oleh Hacker Pakistan, sehingga membuat resah penggunanya akan data diri mereka yang takut dicuri. Bukalapak pun angkat bicara mengenai kasus ini.
BANGKAPOS.COM
- Seorang hacker
(peretas) asal Pakistan yang mengklaim telah mencuri 890 juta akun dari puluhan
situs populer di dunia, belakangan kembali muncul dan menjual database akun
hasil curiannya.
Kali ini
sebanyak 26 juta akun yang berasal dari enam situs
populer di dunia kembali dijual di pasar gelap internet.
Dua dari
enam situs populer tersebut berasal dari Indonesia, yakni situs e-commerce Bukalapak dan platform
perkuliahan dan karir YouthManual.
Melalui
e-mail yang dialamatkan pada The Hacker News, peretas
dengan nama samaran Gnosticplayers ini mengklaim telah mencuri sebanyak 13 juta
akun Bukalapak
dan 1,12 juta akun YouthManual.
Namun,
peretas tidak memberikan keterangan lebih lanjut informasi apa saja yang dicuri
dari akun-akun yang bersangkutan, di luar menyebutkan jumlahnya seperti dikutip
The Hacker News.
Selain dua situs
tersebut, ada pula beberapa situs lain yang juga menjadi sasaran pencurian akun, yakni
GameSalad (1,6 juta akun), Lifebear (3,86 juta akun), EstanteVirtual (5,45 juta
akun) dan Coubic (1,5 juta akun).
Total ada
sebanyak 26 juta akun yang dijual oleh sang peretas. Database dari
jutaan akun online tersebut dijual di pasar gelap internet di dark web dengan
harga 1,2431 Bitcoin atau sekitar 5.000 dollar AS (Rp 71 juta).
Ini adalah
keempat kalinya si hacker
bernama samaran Gnosticplayers menjual database akun hasil curiannya.
Gnosticplayers menjual akun-akun yang dicurinya dalam beberapa tahap.
Pada tahap
pertama, ia menjual sebanyak 620 juta akun yang dicuri dari 16 situs
populer di dunia. Kemudian pada tahap kedua, Gnosticplayers menjual setidaknya
127 juta akun dari delapan situs populer.
Pada tahap
ketiga, ada sebanyak 92 juta akun dari delapan situs
populer.
![]() | |
| Situs - situs yang diyakini telah dicuri hacker pakistan untuk dijual di dark web market |
Bantahan Bukalapak
Bukalapak mengkonfirmasi
tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi
lainnya yang dicuri peretas.
Meski
demikian, pihak Bukalapak
mengakui memang ada upaya untuk meretas Bukalapak beberapa waktu
yang lalu. Namun, Bukalapak
menyatakan upaya peretasan tersebut tidak berhasil dilakukan.
"Kami
selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak, demi memastikan
keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan
data-data penting pengguna tidak disalahgunakan," kata Intan Wibisono
selaku Head of Corporate Communications Bukalapak.
"Upaya
peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri
digital," lanjut Intan dalam pernyataan tertulisnya.
Sementara
itu belum ada tanggapan dari YouthManual sampai berita ini diturunkan.
-
Iwan Satriawan. 18 Maret 2019. “Hacker Asal Pakistan Ini Klaim Jual 26 Juta Akun Internet, Termasuk Data Bukalapak?”. http://bangka.tribunnews.com/2019/03/18/hacker-pakistan-ini-klaim-jual-26-juta-akun-internet-termasuk-data-bukalapak. Diakses pada 9 April 2019.

