Berakhirnya
perjalanan robot Opportunity di planet Mars telah dinyatakan oleh badan antariksa
Amerika Serikat (NASA).
Hal tersebut
disampaikan oleh Thomas Zurbuchen selaku associate administrator untuk Science
Mission Directorate NASA dalam konferensi pers di Jet Propulsion Laboratory
(JPL), Amerika Serikat pada Rabu (12/2/2019).
“Saya
menyatakan misi Opportunity telah selesai, dan dengannya misi Mars Exploration
Rover juga berakhir,” ujar Zurbuchen.
Opportunity
sendiri sebetulnya telah hilang kontak selama delapan bulan sejak terjadinya
badai debu di Mars pada pertengahan tahun lalu. Setelah upaya terakhir untuk
membangunkan Opportunity tak terjawab, NASA akhirnya memutuskan untuk
mengakhiri misinya.
“Saya berdiri di sini memberikan apresiasi terdalam dan ungkapan terima
kasih untuk menyatakan bahwa misi Opportunity telah selesai," ucap
Zurbuchen seperti dikutip The Guardian.
Opportunity robot seukuran mobil golf mendarat di Mars pertama kali pada 2004 bersama robot kembarannya, Spirit. Kedua robot tersebut merupakan bagian dari program NASA untuk penjelajahan Mars. Spirit terjebak di tanah Mars pada 2009 dan dinyatakan sudah tidak berfungsi lagi pada 2011.
Opportunity robot seukuran mobil golf mendarat di Mars pertama kali pada 2004 bersama robot kembarannya, Spirit. Kedua robot tersebut merupakan bagian dari program NASA untuk penjelajahan Mars. Spirit terjebak di tanah Mars pada 2009 dan dinyatakan sudah tidak berfungsi lagi pada 2011.
Sementara Opportunity terus bergerak dan menjelajah daratan Mars
selama 15 tahun. Opportunity telah menempuh jarak lebih dari 45 kilometer
meskipun awalnya hanya didesain untuk melakukan perjalanan dengan jarak 1.006
meter selama 90 hari.
John Callas, manajer proyek penjelajahan Mars NASA, mengatakan apa
yang dihasilkan Opportunity memperluas pemahaman tentang planet merah tersebut.
Callas memperkirakan debu dari udara jatuh dan terakumulasi menutupi bagian
sumber energi Opportunity yang akhirnya mematikan dayanya.
Abigail Fraeman, ilmuwan dan wakil proyek penjelajahan Mars Nasa,
mengatakan selama misinya, Opportunity telah menemukan bola kecil yang kaya
akan kandungan besi yang disebut “blueberries”.
Hasil analisis penemuan kandungan mineral mengkonfirmasi salah satu bagian Mars pernah ditutupi air atau dengan kata lain Mars bisa layak huni untuk makhluk hidup.
Opportunity memberi tahu tentang meteor yang jatuh di planet lain selain Bumi. Opportunity juga memberi gambar-gambar permukaan Mars yang menakjubkan, termasuk “setan debu” yang mengelilingi Mars dan pemandangan kawah yang ada di Mars.
“Ada ratusan bahkan ribuan siswa, seperti saya, menyaksikan penjelajahan dan mengikuti misi mereka. Dari gambar-gambar yang dirilis ke publik selama 15 tahun dan karena itu menginspirasi saya untuk terus berkarir di bidang sains,” ucap Fraeman sebagaimana dilansir The Guardian.
Hasil analisis penemuan kandungan mineral mengkonfirmasi salah satu bagian Mars pernah ditutupi air atau dengan kata lain Mars bisa layak huni untuk makhluk hidup.
Opportunity memberi tahu tentang meteor yang jatuh di planet lain selain Bumi. Opportunity juga memberi gambar-gambar permukaan Mars yang menakjubkan, termasuk “setan debu” yang mengelilingi Mars dan pemandangan kawah yang ada di Mars.
“Ada ratusan bahkan ribuan siswa, seperti saya, menyaksikan penjelajahan dan mengikuti misi mereka. Dari gambar-gambar yang dirilis ke publik selama 15 tahun dan karena itu menginspirasi saya untuk terus berkarir di bidang sains,” ucap Fraeman sebagaimana dilansir The Guardian.
- Shierine Wangsa Wibawa. 15 Februari 2019. '15 Tahun Mengabdi di Mars, Opportunity Akhirnya Dinyatakan Mati'. https://sains.kompas.com/read/2019/02/15/170600123/15-tahun-mengabdi-di-mars-opportunity-akhirnya-dinyatakan-mati. Diakses pada 27 Maret 2019.
- Nurcholis Maarif. 19 Februari 2019. 'Robot Antariksa NASA Dinyatakan Mati Setelah 15 Tahun Jelajahi Mars'. https://tirto.id/robot-antariksa-nasa-dinyatakan-mati-setelah-15-tahun-jelajahi-mars-dg6i. Diakses pada 27 Maret 2019.
